MISI MUJADALAH BIIHSANIM

MUJADALAH BIHSANIN, BERDAKWAH DENGAN BAIK, NASIHAT YANG BAIK DAN BERNUJADALAH BIIHSAN( BAHASA YANG SANTUN)
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

DOA UNTUK ANAK CUCUKU (Buah karya W.S. Rendra )

0

DOA UNTUK ANAK CUCUKU
(Buah karya W.S. Rendra )

Bismillaahirrahmaanir rahiim

Ya,  Allah.
Di dalam masa yang sulit ini,
Di dalam ketenangan
Yang beku dan tegang,
Di dalam kejenuhan
Yang bisa meledak menjadi keedanan,
Aku merasa ada muslihat
Yang tak jelas juntrungnya.
Ya, Allah.
Aku bersujud kepada Mu.
Lindungilah anak cucuku.

Lindungilah mereka dari kesabaran
Yang menjilma menjadi kelesuan,
Dari rasa tak berdaya
Yang kehilangan cita-cita.

Ya, Allah.
Demi ketegasan mengambil risiko
Ada bangsa yang di-mesin-kan
Atau di-zombikan-kan.
Ada juga yang di-fosil-kan
Atau di-antik-kan
Uang kertas menjadi topi
Bagi kepala yang berisi jerami.
Reaktor nuklir menjadi tempat Ibadah
Di mana bersujud kepala-kepala hampa
Yang disumpal bantal tua.
Kemakmuran lebih dihargai
Dari kesejahteraan.
Ya, Allah.
Lindungilah anak cucuku.

Lindungilah mereka
Dari berhala janji-janji,
Dari hiburan yang dikeramatkan, dari iklan yang dimithoskan,
Dan dari sikap mata gelap
Yang diserap tulang kosong

Ya, Allah.
Seorang anak muda
Bertanya kepada temannya:
“Ke mana kita pergi?”
Dan temannya menjawab:
“ Ke mana saja.
      Asal jangan berpikir untuk pulang.”
Daging tidak punya tulang
Untuk bertaut.
Angin bertiup
Menerbangkan catatan alamat
Dan rambu-rambu di jalan
Sudah dirusak orang.
Ya, Allah.
Lindungilah anak cucuku.

Lindungilah mereka
Dari kejahatan lelucon
Tentang chernobyl dan Hiroshima,
Dari heroin
Yang diserap lewat tiupan
Dari itikad buruk
Yang dibungkus kertas kado,
Dan dari ancaman tanpa makna.

Ya, Allah.
Kami dengan cemas menunggu
Kedatangan burung dara
Yang membawa ranting zaitun
Di kaki bianglala
Leluhur kami bersujud dan berdoa.
Isinya persis seperti doaku ini.
Lindungilah anak cucuku
Lindungilah daya hidup mereka.
Lindungilah daya cipta mereka.
Ya, Allah satu-satunya Tuhan kami
Sumber dari hidup kami ini. Kuasa yang tanpa tandingan.
Tempat tumpuan dan gantungan.
Tak ada samanya
Di seluruh semesta raya.
Allah! Allah! Allah! Allah!
Read More

Rabu, 24 April 2013

IDUL FITRI (Buah Karya Sutardji Calsum BACHRI)

0

Lihat
Pedang tobat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia-sia
Telah kulaksanakan puasa ramadhanku,
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang
Telah kuhamparkan sajadah
Yang tak hanya nunu Ka’bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam-malam Laitul Qadar akupun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya

Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam belum cukup
untuk menggerakkan Dia datang
Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa
janjiNya
Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab cinta.

Maka walau tak jumpa denganNya
Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan
pada usia lama yang lalai berlupa
lihat Tuhan sibekas pemabuk ini
ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku
menenggak arak di warung dunia
Kau biarkan aku menenggak marak cayaMu di ujung usia

O usia lalai yang berkepanjangan
yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan kaudepakkan
lagi aku ke trotoir tempat dulu aku
menenggak arak di warung dunia.

Maka pagi ini
Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun
lurus menuju lapangan tempat shalat ied
Aku bawa masjid dalam diriku kuhamparkan di lapangan kutegakkan shalat
dan kurayakan kelahiran kembali di sana.
Read More