ciri-ciri dari perencanaan pendidikan, yaitu:
1.
Perencanaan pendidikan adalah suatu proses intelektual
yang berkesinambungan dalam menganalisa, merumuskan dan menimbang serta
memutuskan, keputusan yang diambil harus mempunyai konsistensi (taat azas)
internal dan berhubungan secara sistematis dengan keputusan-keputusan lain baik
dalam bidang-bidang itu sendiri maupun dalam bidang-bidang lain dalam
pembangunan, dan tidak ada batas waktu untuk satu jenis kegiatan. Dan ada tidak
harus satu kegiatan mendahului dan didahulukan oleh kegiatan lain.
2.
Perencanaan pendidikan selalu memperhatikan masalah,
kebutuhan, situasi, dan tujuan kebutuhan, keadaan perekonomian, keperluaan
penyediaan dan pengembangan tenaga kerja bagi pembangunan nasional serta
memperhatikan faktor-faktor sosial dan politik merupakan aspek dari perencanaan
pembangunan yang menyeluruh.
3.
Tujuan dari perencanaan pendidikan adalah menyusun
kebijaksanaan dan menggariskan strategi pendidikan yang sesuai dengan kebijakan
pemerintah (menyusun alternatif dan prioritas kegiatan) yang menjadi dasar
pelaksanaan pendidikan pada masa yang akan datang dalam upaya pencapaian sasaran
pembangunan pendidikan.
4.
Perencanaan pendidikan sebagai perintis atau pelopor
dalam kegiatan pembangunan harus bisa melihat jauh ke depan bersifat inovatif,
kuantitatif dan kualitatif.
5.
Perencanaan pendidikan selalu memperhatikan faktor
ekologi (lingkungan).
Dengan demikian, Perencanaan Pendidikan dalam pelaksanaannya
tidak dapat diukur dan dinilai secara cepat, tapi memerlukan waktu yang cukup
lama, khususnya dalam kegiatan atau bidang pendidikan yang bersifat kualitatif,
apalagi dari sudut kepentingan nasional. Hal ini tentu dapat dengan mudah
dimengerti karena pendidikan adalah suatu kegiatan pranata sosial yang hasilnya
baru dapat diukur dan dinilai dalam waktu yang relatif lama, kecuali dalam
jenjang pendidikan tertentu, seperti halnya jenis pendidikan tinggi atau jenis
pendidikan tertentu, seperti halnya jenis pendidikan latihan atau penataran
yang bersifat profesional.
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan
pemahaman tentang pendidikan. Pendidikan mempunyai ciri unik dalam kaitannya
dengan pembangunan nasional dan mempunyai ciri khas karena yang menjadi
garapannya adalah manusia. Dengan mempertimbangkan ciri-ciri pendidikan dalam
perannya dalam proses pembangunan, maka perencanaan pendidikan mempunyai
ciri-ciri seperti tercantum di bawah ini:
1.
Perencanaan pendidikan harus
mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena pendidikan itu membangun manusia
yang harus mampu membangun dirinya dan masyarakatnya.
2.
Perencanaan pendidikan harus memberikan
kesempatan untuk mengembangkan segala potensi anak didik seoptimal mungkin.
3.
Perencanaan pendidikan harus memberikan
kesempatan yang sama bagi setiap anak didik.
4.
Perencanaan pendidikan harus
komprehensif dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau sigmentaris tapi
menyeluruh dan terpadu serta disusun secara logis dan rasional serta mencakup
berbagai jenis dan jenjang pendidikan.
5.
Perencanaan pendidikan harus diorientasi
pada pembangunan dalam arti bahwa program pendidikan haruslah ditujukan untuk
membantu mempersiapkan man power yang dibutuhkan oleh berbagai sektor
pembangunan.
6.
Perencanaan pendidikan harus
dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen
pendidikan secara sistemstis.
7.
Perencanaan pendidikan harus menggunakan
resources secermat mungkin karena resources yang tersedia adalah
langka.
8.
Perencanaan pendidikan haruslah
berorientasi kepada masa datang, karena pendidikan adalah proses jangka panjang
dan jauh untuk menghadapi masa depan.
9.
Perencanaan pendidikan haruslah kenyal
dan responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat tidak statis
tapi dinamis.
10.
Perencanaan pendidikan haruslah
merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaharuan
terus menerus berlangsung.
Bila ciri-ciri tersebut dikaji dengan
lebih seksama, maka akan terlihat bahwa perencanaan pendidikan itu mempunyai
keunikan dan kompleksitas yang tidak dimiliki oleh jenis perencanaan lainnya
dalam pembangunan nasional. Ciri-ciri tersebut diwarnai oleh pandangan terhadap
pendidikan dan hakekat pembangunan suatu bangsa.
Perencanaan pendidikan mengenal
prinsip-prinsip yang perlu menjadi pegangan baik dalam proses penyusunan
rancangan maupun dalam proses implementasinya. Prinsip-prinsip ini
adalah sebagai tercantum di bawah ini:
1.
Perencanaan itu interdisiplinair karena pendidikan itu sendiri
sesungguhnya interdisiplinair terutama dalam kaitannya dengan pembangunan
manusia.
2.
Perencanaan itu fleksibel dalam arti tidak kaku tapi
dinamis serta responsif terhadap tuntutan masyarakat terhadap pendidikan.
Karena itu planners perlu memberikan ruang gerak yang tepat terutama
dalam penyusunan rancangan.
3.
Perencanaan itu obyektif rasional dalam arti untuk
kepentingan umum bukan untuk kepentingan subyektif sekelompok masyarakat saja.
4.
Perencanaan itu tidak dimulai dari nol tapi dari apa yang
dimiliki. Ini berarti segala potensi yang tersedia merupakan aset yang perlu
digunakan secara efisien dan optimal.
5.
Perencanaan itu wahana untuk menghimpun kekuatan-kekuatan
secara terkoordinir dalam arti segala kekuatan dan modal dasar perlu dihimpun
secara terkoordinasikan untuk digunakan secermat mungkin untuk kepentingan
pembangunan pendidikan.
6.
Perencanaan itu disusun dengan data, perencanaan tanpa
data tidak memiliki kekuatan yang dapat diandalkan.
7.
Perencanaan itu mengendalikan kekuatan sendiri, tidak
bersandarkan pada kekuatan orang lain, karena perencanaan yang bersandarkan
kepada kekuatan bangsa lain akan tidak stabil dan mudah menjadi obyek politik
bangsa lain.
8.
Perencanaan itu komprehensif dan ilmiah dalam arti
mencakup seluruh aspek esensial pendidikan dan disusun secara sistematik dengan
menggunakan prinsip dan konsep keilmuan.

0 komentar:
Posting Komentar