MISI MUJADALAH BIIHSANIM

MUJADALAH BIHSANIN, BERDAKWAH DENGAN BAIK, NASIHAT YANG BAIK DAN BERNUJADALAH BIIHSAN( BAHASA YANG SANTUN)

Senin, 14 Februari 2022

*LIMA AYAT MOTIVASI HIDUP* 1. *ANDA DAPAT BERUBAH, JIKA ANDA MAU MENGUBAH DIRI ANDA:*

0

 LIMA AYAT MOTIVASI HIDUP


1. ANDA DAPAT BERUBAH, JIKA


ANDA MAU MENGUBAH DIRI ANDA:*


*ِإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ*  (11) 


Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,

*(QS.Ar-Ra’d:11)*


2. *ADA KEBAIKAN DI BALIK YANG TIDAK KITA SUKAI*


*وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ* (216)


Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui, 

(QS. Al-Baqarah: 216)


3. *ANDA PASTI SANGGUP*


*لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا* ۚ َ (286)

 

Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya, 

(QS. Al-Baqarah: 286) ```


4.*ADA KEMUDAHAN BERSAMA KESULITAN*


*فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا* (6)


Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, 

*(QS.Al-Insyirah  5-6)* ```


5. *TAKWA DAN TAWAKALLAH*


ِ *وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا* (2) *وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا*  (3)

 

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,”

*(QS. Ath-Thalaq: 2-3)*


Read More

Minggu, 19 Januari 2014

sidebar_left-right_top

0


Read More

HEADER PHOTOS

0
div>















Read More

Kamis, 16 Januari 2014

PERMATABERITA: PAPA OVI BERTANI

0
PERMATABERITA: PAPA OVI BERTANI:   (SABTU,  28 dESEMBER 2013) BAGI SEORANG BURUH PEMERINTAH SAAT-SAAT YANG LUANG SANGATLAH SULIT KECUALI HARI LIBUR. MENJELANG L...
Read More

Selasa, 14 Januari 2014

MY TIME LINE: Profesionalisme SDM Pendidikan

0
MY TIME LINE: Profesionalisme SDM Pendidikan: Tenaga kependidikan adalah profesional. Kata profesi berasal dari Bahasa Inggeris “to profess” yang berarti ikrar atau pernyataan diri bahw...
Read More

Senin, 06 Januari 2014

rev_sidebar

0

Read More

Minggu, 05 Januari 2014

BACKROUNDHEADER_TOP MUJADALAH BIHSANIN PHOTOS

0


Read More

Rabu, 23 Oktober 2013

Manfaat Membaca Al Quran untuk Otak

0

 - "Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an...".

        Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
    Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.
Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).
x

Read More

ASI MENURUT KITABULLAH

0
 ASI   menurut Kitabullah mengandung berbagai unsur makanan yag dibutuhkan bayi untuk membantu perkembangannya. Selain itu, ASI juga mengandung banyak vitamin, kadar lemak dan unsur-unsur makanan yang lainnya. Berdasarkan hal ini, maka kita bisa mengatakan bahwa ASI merupakan makanan sempurna yang mengandung berbagai zat makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh makhluk hidup, sehingga metabolisme tubuhnya bisa berjalan lancar dan perkembangan badannya berlangsung dengan baik.
Beberapa pusat penelitian pun, telah banyak mengadakan eksperimen untuk membuat ASI tiruan, melalui uji coba bahan-bahan kimiawi yang disuntikkan ke dalam kelenjar susu pada beberapa binatang menyusui. Maksud dari eksperimen ini, adalah untuk membuat susu buatan yang memiliki kandungan kimiawi yang sama dengan susu murni (ASI). Dan hasilnya, seperti yang kita dapatkan sekarang ini, di pasaran banyak terdapat susu buatan yang dijual di toko-toko, baik untuk komsumsi bayi, maupun anak-anak, bahkan untuk orang dewasa.
               Namun para ilmuwan berdasarkan penelitian yang mereka lakukan menegaskan, bahwa susu buatan mustahil dapat menggantikan fungsi susu murni, karena kandungan yang dimiliki keduanya tidak bisa sama persis. Tentunya, pengakuan di atas, menunjukkan kegagalan susu buatan dalam memainkan perannya sebagai pengganti susu murni (ASI).
                 Bahkan beberapa penelitian telah dilakukan untuk menganalisa kandungan zat yang terdapat dalam susu buatan. Hasil dari penelitan itu menyatakan bahwa susu buatan tidak aman dan memiliki kemungkinan untuk mengandung bahan-bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan sel tubuh.
B               erdasarkan hasil penelitian di atas, beberapa pusat penelitian menyeru dan mengkampanyekan slogan back to basic. Di mana mereka mengajurkan para ibu untuk memberikan susu murni (ASI) kepada anak mereka dengan menyusuinya langsung. Hal itu dapat menyelamatkan bayi mereka, sekaligus menyelamatkan generasi yang akan datang dari cacat tubuh yang diakibatkan oleh komsumi susu buatan, atau kurangnya bayi dalam mengkomsumsi susu murni (ASI).
Tindaklanjut dari seruan di atas, mendorong sebagian ilmuwan untuk mengadakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ‘waktu ideal’ dalam menyusui seorang bayi. Di salah satu pusat penelitian yang terdapat di Kanada, telah dilakukan penelitian yang meliputi seratus lima puluh bayi yang ditempatkan bersama ibu mereka di suatu tempat dengan mendapatkan pengawasan penuh dari para ahli. Dengan tujuan, menghitung dan mengira-ngira ‘waktu ideal bagi penyusuan bayi’. Hal itu dilakukan dengan menghitung rata-rata pertumbuhan dan perkembangan bayi, sebagai akibat dari susu ASI yang mereka komsumsi setiap hari.
Hasil penelitian di atas, membuktikan bahwa waktu ideal bagi para ibu dalam menyusui mereka, dikaitkan dengan perkembangan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka adalah kira-kira dua tahun atau kurang sedikit
.Untuk mendapatkan hasil penelitian yang memuaskan, para ilmuwan melakukan variasi eksperimen dengan mengurangi masa penyusuan bagi sebagian anak. Dan hasilnya menyatakan bahwa anak-anak yang dikurangi masa penyusuannya, mengalami ganguan dalam perkembangan biologisnya. Begitu juga dilakukan eksperimen dengan menambah masa penyusuan pada sebagian anak.
Dan hasilnya membuktikan bahwa anak-anak yang ditambah masa penyusuannya, juga mengalami gangguan pada perkembangan biologisnya dengan terjadinya penumpukan sebagian bahan atau zat pada sel tubuh yang tidak bisa dicernanya atau tidak bisa dibuang keluar.  Khusus untuk eksperimen yang terakhir, pemberian kadar susu yang diberikan kepada anak-anak yang ditambahi masa penyusuannya adalah kadar yang sama yang diberikan kepada anak-anak yang lain.
Berdasarkan beberapa penelitian di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pemberian susu murni (ASI) pada bayi, merupakan dasar bagi perkembangan mereka, hingga mereka bisa tumbuh secara alami. Adapun masa ideal untuk menyusui mereka adalah dua tahun atau kurang sedikit. Di mana masa menyusui ini, tidak boleh dipercepat atau dikurangi, karena bisa mengganggu pertumbuhan beberapa sel.
Kalau kita perhatikan Alquran, kita akan menemukan petunjuk tentang masa ideal bagi penyusuan bayi ini, pada ayat 14 dari surah Luqman. Allah SWT berfirman:"Dan menyapihnya dalam dua tahun."
Ungkapan Alquran "dalam dua tahun" menunjukkan bahwa penyapihan bayi (diputusnya masa penyusuan bayi oleh ibunya) dilakukan dalam rentang waktu dua tahun, yang mengandung arti bahwa masa penyapihan itu berlangsung selama dua tahun atau kurang sedikit. Dan hal itu tidak berarti penyapihan harus dilakukan tepat dua tahun.
Berdasarkan ayat ini juga, kita bisa mengambil kesimpulan tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi yang dilakukan selama masa dua tahun atau lebih. Petunjuk Alquran yang didukung oleh penelitian ilmiah dari para ahli ini, mengharuskan para ibu untuk mengikuti petunjuknya, agak anak yang mereka susui, bisa tumbuh sehat. Sehingga nantinya, bisa tumbuh kuat dan bermanfaat bagi masyarakatnya serta dapat menjalankan peranannya sebagai khalifah di muka bumi.
Subhanallah, betapa hebatnya kitab yang telah Allah telah turunkan dan betapa sempurnanya Agama Islam.
Read More

Selasa, 22 Oktober 2013

CONTOH FORMAT PROGRAM KERJA PENINGKATAN SDM

0
Read More

Penatalaksanaan Peningkatan SDM

0
          Perencanaan SDM adalah kegiatan menaksir/menghitung kebutuhan SDM organisasi dan selanjutnya merumuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya tersebut mencakup kegiatan menyusun dan melaksanakan rencana agar jumlah dan kualifikasi personil yang diperlukan itu tersedia pada saat dan posisi yang tepat sesuai dengan tuntutan organisasi. Analisis Pekerjaan Analisis pekerjaan adalah suatu proses menjelaskan dan mencatat tujuan-tujuan pekerjaan, kewajiban dan tanggung jawab utama pekerjaan tersebut dan kondisi di mana pekerjaan itu harus dikerjakan.
                  Analisis pekerjaan merupakan bagian dari perencanaan SDM yang membentu menjelaskan spesifikasi pekerjaan dan spesifikasi kompetensi serta karakteristik kepribadian yang tepat untuk mengerjakan pekerjaan itu. Rekrutmen (pengadaan) Pegawai Rekrutmen (pengadaan) pegawai adalah seperangkat kegiatan dan proses yang dipergunakan untuk memperoleh sejumlah orang yang bermutu pada tempat dan waktu yang tepat sesuai dengan ketentuan hukum sehingga orang dan organisasi dapat saling menyeleksi berdasarkan kepentingan terbaik masing-masing dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Seleksi Pegawai Seleksi pegawai adalah suatu proses mengeumpulkan informasi untuk menilai dan memutuskan siapa yang diangkat, dengan berpedoman pada hukum, demi kepentingan jangka panjang dan pendek, perorangan dan organisasi. Orientasi, Penempatan dan Penugasan Orientasi, penempatan, dan penugasan merupakan kegiatan yang dilakukan serempak. Orientasi ditujukan untuk mempercepat sosialisasi pegawai dan penerimaan lingkungan kerja sehingga pegawai tersebut dapat segera beradaptasi dalam sistem, prosedur, serta budaya kerja. Penempatan dan penugasan adalah keputusan kepegawaian yang berazaskan “the right men on the right job”. Kompensasi (termasuk kesejahteraan) Kompensasi adalah apa yang diterima pegawai karena ia telah memberikan kontribusi pikiran, perhatian, kemampuan, dan kinerjanya terhadap organisasi. Kompensasi terdiri dari hal berupa uang dan bukan uang. Kompensasi sangat penting untuk memperoleh, memelihara, dan mempertahankan angkatan kerja yang produktif. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja yaitu suatu proses mempertimbangkan kinerja pegawai pada masa lalu dan sekarang yang dikaitkan dengan latar belakang lingkungan kerjanya serta memperhatikan potensi yang dimiliki pegawai tersebut bagi kepentingan organisasi di masa yang akan datang. Penilaian bertujuan membantu pegawai yang bersangkutan mencapai hasil bagi dirinya sendiri dan organisasi.
          Pengembangan Karir Pengembangan karir adalah proses mencermati potensi, kemampuan, kinerja dan komitmen pegawai untuk diposisikan dalam struktur organisasi secara tepat, sehingga pegawai dan organisasi memperoleh maslahat dan nilai tambah optimal. Pelatihan dan Pengembangan Pegawai Pelatihan dan pengembangan pegawai adalah upaya memperbaiki kinerja pegawai di masa kini maupun di masa depan dengan meningkatkan kemampuan pegawai untuk bekerja, melalui pembelajaran, biasanya dengan meningkatkan pengetahuan, mutu sikap dan keterampilan. Pelatihan berbeda dengan pengembangan. Pelatihan adalah segala kegiatan yang dirancang untuk memperbaiki kinerja pegawai dalam suatu pekerjaan di mana pegawai tersebut sedang atau akan diangkat menjabat pekerjaan yang bersangkutan. Pengembangan adalah upaya membantu pegawai secara individual menangani tanggung jawabnya di masa depan. Penciptaan Mutu Lingkungan Kerja Menciptakan lingkungan kerja adalah upaya yang berkaitan dengan mewujudkan pengawasan yang suportif, kondisi kerja yang baik, gaji dan penghargaan yang merangsang, serta menjadikan pekerjaan sebagai sesuatu yang menantang dan memberikan kepuasan. Perundingan Kepegawaian Perundingan pegawai adalah kegiatan yang berkaitan dengan menempatkan hak dan kewajiban pegawai dan organisasi menjadi jelas, merumuskan kesepakatan-kesepakatan menangani perselisihan kepegawaian, dan menyepakati konsekuensi yang akan diperoleh pegawai sebagai akibat pelanggaran hubungan kerja. Riset Pegawai Riset atau penelitian sumber daya manusia adalah upaya untuk menemukan tindakan-tindakan kepegawaian secara empirik yang dimaksudkan untuk memperbaiki tindakan-tindakan kepegawaian pada masa kini, dan pengembangannya di masa depan. Riset SDM dapat dilakukan dalam lingkungan internal organisasi maupun di luar organisasi. Riset SDM dapat dilakukan oleh unit yang ada dalam organisasi itu atau dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus yang menaruh perhatian pada pengembangan dan pemberdayaan SDM atau MSDM pada umumnya.
Pensiun dan Pemberhentian Pegawai Pensiun merupakan hak pegawai. Fungsi MSDM ini berkaitan dengan merumuskan syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang memberikan kejelasan/pedoman bagi pemenuhan hak pensiun. Pemberhentian pegawai terjadi atas permohonan sendiri atau karena diberhentikan organisassi akibat sangsi tertentu yang berkaitan dengan keswepakatan hubungan kerja. Pemberhentian pegawai dalam arti ini biasanya dilakukan dalam periode kontrak kerja (work service).
         Profesionalisme SDM Pendidikan Tenaga kependidikan adalah profesional. Kata profesi berasal dari Bahasa Inggeris “to profess” yang berarti ikrar atau pernyataan diri bahwa seseorang akan mengabdi sepenuh hati terhadap pekerjaan yang telah dipilihnya sebagai karir dan sumber kehidupan sepanjang hayat. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun kinerja profesional adalah: Praktek yang didasari oleh pemahaman dan penguasaan konsep dan teori yang divalidasi secara empirik secara terus-menerus.
Awal penguasaan ini dibina dan dikembangkan melalui preservice education. Pengakuan klien bahwa keahlian tersebut menjamin kebutuhannya melalui pelayanan yang benar dan bertanggung jawab. Perlindungan hukum yang ditunjukkan oleh sertifikasi keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan.
          Adanya sangsi sosial dari masyarakat yang merasa dirugikan atas pelayanan yang keliru (male-practice). Pengaturan perilaku anggotanya melalui kode etika yang regulatif. Dimilikinya persatuan profesi yang didukung oleh anggota-anggotanya, yang membuat organisasi tersebut memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dan berpengaruh. Core competencies Tenaga Kependidikan (dalam hal ini guru) sebagai profesional meliputi: Memahami prinsip-prinsip pembelajaran sesuai dengan karakteristik anak didik (paedagogi dan andragogi) Menguasai bahan ajar (peta/struktur kajian keilmuan) Mampu merancang disain instruksional Mampu mengimplementasikan disain Instruksional Memahami prinsip-prinsip reinforcement dalam proses pembelajaran. Mampu menilai efektivitas implementasi pembelajaran. Mutu proses dan penyelenggaraan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor, seperti dirumuskan dalam formula berikut: MP = F (PPD. PTK. FP, BL)

 Keterangan:

MP = Mutu Pendidikan
PPD = Potensi Peserta Didik
PTK = Profesionalisme Tenaga Kependidikan
FP = Fasilitas Pendidikan/Belajar BL = Budaya Lembaga Pendidikan Potensi peserta didik mencakup kondisi kecerdasan intelektual, emosional, sosial, moral-spiritual, dan fisikal.

Potensi tersebut dipengaruhi oleh pola asuh dan status sosial ekonomi keluarga.
Profesionalisme tenaga kependidikan berkaitan dengan kompetensi untuk melakukan tugas dan layanan profesi.
        Kapasitas profesional terutama dibentuk dalam proses pendidikan pra-jabatan (pre-service education). Fasilitas pendidikan mencakup sarana, pra-saranan, dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, seperti laboratorium, perpustakaan, dukungan fasilitas praktek. Budaya lembaga pendidikan dicerminkan oleh respon psikologis penghuni kampus terhadap kebijakan lembaga, pola hubungan sosial, serta kondisi penataan kampus yang melahirkan keamanan, kebersihan, keindahan, dan kenyamanan.
         Ciri profesional utama tenaga kependidikan adalah kapasitas otonomi profesional, yaitu kapasitas menentukan tindakan terbaik untuk melayani peserta didik. Ciri utama lainnya adalah kemampuan adaptabilitas melalui belajar terus menerus, sehingga tenaga kependidikan itu memiliki kapasitas memperbaharui dirinya nsendiri (self-renewal capacity)
          Penatalaksanaan  Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga kerja pada organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan organisasi, serta menerapkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, organisasi, dan masyarakat.

Pendekatan kajian MSDM mencakup
(1) Pemahaman akan martabat manusia,
(2) Tanggung jawab Manajemen,
(3) Cara berpikir Sistem, dan
(4) Sikap Proaktif.

Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia diarahkan untuk mewujudkan organisasi yang sehat, yaitu organisasi yang memiliki jumlah dan kualifikasi pegawai yang sesuai dengan beban dan tugas-tugas organisasi yang ada di dalamnya. MSDM mencakup kegiatan yang sistematik dan menyeluruh yang mencakup
(1)Perencanaan SDM,
(2) Analisis Pekerjaan,
(3) Pengadaan Pegawai,
(4) Seleksi Pegawai,
(5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan,
(6) Kompensasi,
(7) Penilaian Kinerja,
(8) Pengembangan Karir,
(9) Pelatihan dan Pengembangan Pegawai,
(10) Mutu Lingkungan Kerja,
(11) Perundingan Pegawai,
(12) Riset Pegawai, dan
 (13) Pensiun dan    Pemberhentian Pegawai.

             Pelayanan lembaga pendidikan dilakukan atas azas student driven. Anak didik merupakan subjek utama dalam menilai mutu pelayanan lembaga pendidikan. Profesionalisme adalah nilai kinerja untuk memberikan jaminan pelayanan terbaik kepada fihak yang membutuhkan pelayanan itu. Kemampuan profesional dibentuk oleh pendidikan pra-jabatan untuk menguasai keutuhan konsep, teori dan hasil-hasil riset sebagai dasar validasi empirik dalam pelayanan keseharian.
             Pekerjaan professional memerlukan perlindungan hukum, kode etika regulatif dan organisasi profesi yang kuat dan berpengaruh. Para Administrator Pendidikan mempunyai kewajiban untuk memelihara kadar kinerja profesional tenaga kependidikan di lingkungan lembaganya. Program pelatihan dan pengembangan yang ditujukan pada pemberdayaan staf perlu disusun secara terprogram dengan memperhatikan kebutuhan nyata lembaga. Perhatian terhadap MSDM di masa depan akan semakin tinggi. SDM merupakan modal utama dalam membangun keunggulan kompetitif suatu organisasi. Lembaga-lembaga pendidikan pun sepatutnya menaruh perhatian utama pada investasi tenaga kependidikan melalui program-program pengembangan yang direncanakan.
Read More

TATALAKSANA SUMBER DAYA MANUSIA

0
              Dalam organisasi apapun Sumber Daya Manusia (SDM) menempati kedudukan yang paling vital. Memang diakui bahwa biaya itu penting. Demikian pula sarana, prasarana dan teknologi. Namun ketersediaan sumber-sumber daya itu menjadi sia-sia apabila ditangani oleh orang-orang yang tidak kompeten dan kurang komitmen. Upaya-upaya untuk merencanakan kebutuhan pegawai (SDM), mengadakan, menyeleksi, menempatkan dan memberi penugasan secara tepat telah menjadi perhatian penting pada setiap organisasi yang kompetitif. Demikian pula kebijakan kompensasi (penggajian dan kesejahteraan) dan penilaian kinerja yang dilakukan dengan adil dan tepat dapat melahirkan motivasi berprestasi pada para pegawai. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia seperti itu masih belum cukup, apabila tidak disertai dengan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan pegawai yang dilakukan secara sistematik.
                Dalam arti yang tradisional, konsep pengelolaan pegawai terbatas pada urusan-urusan manajemen operatif, seperti mengelola data pegawai (record keeping), penilaian kinerja yang bersifat mekanistik (mechanical job evaluation), kenaikan pangkat dan gaji secara otomatis (automatic merit increase). Perhatian terhadap SDM pada masa kini mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pegawai (fisik, emosional dan sosial), yang akan berpengaruh secara signifikan terhadap cara-cara mereka bekerja, dan dengan sendirinya berpengaruh terhadap produktivitas mereka. Manajemen Sumber Saya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga kerja pada organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan organisasi, dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, organisasi, dan masyarakat. MSDM pada masa kini memfasilitasi aktualisasi dan pengembangan kompetensi para pegawai melalui program-program pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan secara sistematik.
           Pengembangan dan pemberdayaan SDM merupakan bagian dari MSDM yang memiliki fungsi untuk memperbaiki kompetensi, adaptabilitas dan komitmen para pegawai. Dengan cara demikian organisasi memiliki kekuatan bukan saja sekedar bertahan (survival), melainkan tumbuh (growth), produktif (productive), dan kompetitif (competitive). Dan dalam proses demikian, dukungan SDM yang kuat melahirkan organisasi yang memiliki adaptabilitas dan kapasitas memperbaharui dirinya (adaptability and self-renewal capacity). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga kerja pada organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan organisasi, dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, organisasi, dan masyarakat. Dalam pengertian ini, posisi sumber daya manusia tidak bisa digantikan oleh faktor-faktor lain dilihat dari nilai sumbangannya terhadap organisasi. Seorang pegawai dinyatakan memiliki nilai sumbangan kepada organisasi apabila kehadirannya diperlukan, memiliki nilai tambah terhadap produktivitas organisasi dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem organisasi itu.

Tingkat kesehatan manajemen sumber daya manusia dalam satu organisasi dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM, yang mencakup :
(1) Perencanaan SDM,
(2) Analisis Pekerjaan,
(3) Pengadaan Pegawai,
(4) Seleksi Pegawai,
(5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan,
(6) Konpensasi,
(7) Penilaian Kinerja,
(8) Pengembangan Kariri,
(9) Pelatihan dan Pengembangan Pegawai,
(10) Penciptaan Mutu Kehidupan Kerja,
(11) Perundingan Kepegawaian,
(12) Riset Pegawai, dan
(13) Pensiun dan Pemberhentian Pegawai.

                             Kemaslahatan seorang pegawai harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri, produktivitas organisasi dan fihak-fihak yang memperoleh jasa layanan organisasi itu. Dalam organisasi apapun ditempatkan dalam kerangka pendekatan sebagai berikut : Martabat Sumber Daya Manusia. Manajemen sumber daya manusia adalah manajemen orang-orang. Gengsi dan martabat manusia hendaknya tidak diingkari hanya demi kegunaannya saja. Hanya dengan perhatian yang penuh kearifan terhadap kebutuhan tenaga kerja, organisasi akan sukses tumbuh dan sejahtera. Bekerja bagi seseorang merupakan bagian dari kemanusiaan. Potensi manusia hanya berkembang apabila memperoleh pengakuan yang wajar dari para manajer.
                            Guru sebagai seorang profesional seyogyanya memiliki apresiasi terhadap nilai pekerjaan mengajar dan memiliki orientasi yang jelas menyangkut pengembangan karir profesional. Penghargaan siswa, orang tua, dan masyarakat terhadap guru sangat tergantung pada apresiasi dan orientasi guru dalam menekuni pekerjaannya. Pendekatan Manajemen. Manajemen sumber daya manusia adalah tanggung jawab setiap manajer. Bagian sumber daya manusia itu dibentuk untuk melayani manajer dan tenaga kerja. Melalui keahliannya, kinerja dan kesejahteraan pekerja menjadi tanggung jawab ganda antara atasan langsung pekerja dan bagian sumber daya manusia. Pendekatan Sistem.
                          Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian penting dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu organisasi. Manajemen sumber daya manusia selayaknya dinilai berdasarkan sumbangannya terhadap produktivitas organisasi. Pendekatan Proaktif. Manajemen sumber daya manusia mampu meningkatkan sumbangannya melalui antisipasi tantangan sebelum hal itu muncul. Bila hanya reaktif, justeru akan menumpuk masalah dan akan kehilangan peluang. Masalah-masalah yang menyangkut aspek-aspek kemanusiaan tidak bisa ditangani sebagaimana mengurus benda. Penyelesaian masalah kepegawaian harus ditangani sebagai prioritas. Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk merumuskan kebutuhan pegawai, mengembangkan dan memberdayakan pegawai untuk memperoleh nilai maslahat optimal bagi individu pegawai yang bersangkutan, organisasi dan masyarakat yang dilayaninya. MSDM dilaksanakan untuk mewujudkan organisasi yang sehat, yaitu organisasi yang memiliki jumlah dan kualifikasi pegawai sesuai dengan beban dan tugas-tugas organisasi yang ada di dalamnya. MSDM harus mendukung tingkat ketahanan organisasi, pertumbuhan, produktivitas dan kompetisi. Organisasi pada hakekatnya terdiri dari struktur pekerjaan, di mana setiap pekerjaan memiliki spesifikasi tugas-tugas yang menuntut kompetensi pelakunya, dukungan fasilitas yang tepat dan memadai, dan kondisi yang kondusif bagi terlaksananya tugas-tugas/pekerjaan itu.

                   Spesifikasi tugas-tugas organisasi menggambarkan spesifikasi kemampuan pegawai yang mendukung pelaksanaan tugas/pekerjaan itu. Analisis seperti nini disebut analisis pekerjaan (job analysis). Bahan Diskusi Kelas : Kebijakan SDM KONDISI KEBIJAKAN SDM MASA LALU Keberadaan urusan pegawai seringkali sangat lemah, kadang-kadang tidak dianggap, pekerjaan kepegawaian hanya bersifat administratif. Pendekatannya reaktif (menunggu bola), ada masalah baru bertindak Pekerjaan personalia dianggap tidak penting, sering digabung dengan masalah-masalah organisasi secara umum.
Kegiatanini memfokuskan pembahasannya pada lima aspek kajian MSDM, yaitu
(1) Perencanaan Kebutuhan,
(2) Rekrutmen dan Seleksi,
(3) Pembinaan dan Pengembangan,
(4) Mutasi dan Promosi, dan
(5) Kesejahteraan. Namun demikian, dipertimbangkan akan lebih bermanfaat apabila para peserta diklat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen sumber daya manusia (MSDM).

Manajemen SDM merupakan proses sistematik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan SDM sesuai dengan kebutuhan organisasi, memperlakukan pegawai secara adil dan bermartabat, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan pegawai memberikan sumbangan optimal terhadap organisasi. Manajemen SDM mencakup kegiatan sebagai berikut:
(1) Perencanaan SDM,
(2) Analisis Pekerjaan,
(3) Pengadaan Pegawai,
(4) Seleksi Pegawai,
(5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan,
(6) Konpensasi,
(7) Penilaian Kinerja,
(8) Pengembangan Karir,
(9) Pelatihan dan Pengembangan Pegawai,
(10) Penciptaan Mutu Kehidupan Kerja,
(11) Perundingan Kepegawaian,
(12) Riset Pegawai, dan
(13) Pensiun dan Pemberhentian Pegawai.
Read More

Sabtu, 19 Oktober 2013

Hikmah Dibalik Doa yang Belum Kabul

0
- Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz.
                Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan. Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah.
                         Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz. Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia.
                     Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah.
                      Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi. Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.
                       Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin
Read More

Jawaban Al Quran atas Pertanyaan dan Keluhan Manusia

0

-Manusia bertanya : bolehkah aku frustrasi ?

-AL-QUR'AN menjawab : janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman
. ( Ali Imran : 139 )

 -Manusia bertanya : kenapa aku diberi ujian seberat ini ?

-AL-QUR'AN menjawab : ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( Al-Baqarah : 286 ) 

-Manusia bertanya : kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?

-AL-QUR'AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . ( Al-Baqarah : 216 )

 -Manusia bertanya : kenapa aku diuji ?

-AL-QUR'AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : " kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi ? ( Al-Ankabuut : 2 )
 -Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta .( Al-Ankabuut : 3 )

 -Manusia bertanya : bolehkah aku berputus asa ?

-AL-QUR'AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir . ( Yusuf : 87 )

 -Manusia bertanya : bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?

-AL-QUR'AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . ( Ali Imraan : 200 )

 -Manusia bertanya : bagaimana menguatkan hatiku ?

-AL-QUR'AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal . ( At-Taubah : 129 )

 -Manusia bertanya : apa yang kudapat dari semua ujian ini ?

 ~ -AL-QUR'AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . ( At-Taubah : 111 )
                   Hikmah Kekayaan dalam Islam - Suatu hari, Nabi Muhammad saw ditanya oleh seorang sahabat tentang harta kekayaan. Beliau menjelaskan, ''Barangsiapa menumpuk harta melebihi kebutuhannya berarti dia telah mengambil kematiannya sendiri tanpa disadari.'' Hadis Rasulullah di atas mengingatkan agar kita selalu hati-hati terhadap harta yang kita miliki. Islam memang menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak harta kekayaan, namun dengan syarat harus digunakan untuk jalan yang benar dan baik. Misalnya untuk kesejahteraan keluarga, untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan, dan seterusnya.
                            Khalid Muhammad Khalid, dalam bukunya Ahlullah, menyebutkan bahwa Maimun bin Mahran pernah berkata, ''Harta itu mempunyai tiga tuntutan. Jika seseorang selamat dari yang pertama, masih dikhawatirkan dari yang kedua. Jika selamat dari yang kedua, dikhawatirkan pula dari yang ketiga. Pertama, hendaknya harta itu bersih (halal dan tidak pula tercampur yang syubhat). Kedua, hendaknya hak Allah (zakat) dipenuhi (dikeluarkan). Ketiga, hendaknya dibelanjakan secara wajar (tidak dihambur-hamburkan dan tidak pula kikir dalam pengeluaran).'' Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita melihat sekelompok orang berfoya-foya dan membelanjakan harta melebihi yang dibutuhkan. Mereka tidak lagi mempedulikan nasib orang-orang di sekitarnya yang serba kekurangan. Padahal jauh hari Allah sudah mengingatkan, ''Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)...'' (QS 64:15), ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.'' (QS 63:9), dan ''Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur'' (QS 102:1).
                       Dalam buku Teosofia Alquran, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa menumpuk harta melebihi kebutuhan dapat membinasakan diri sendiri. Itu, katanya, kalau ditinjau dari tiga hal.
                      Pertama, menumpuk harta cenderung menyeret kita ke tebing maksiat dan kezaliman. Ujian atau cobaan dengan kemewahan jauh lebih berat ketimbang kesengsaraan. Dalam keadaan kaya, kita biasanya sulit untuk bersikap sabar.
                     Kedua, menumpuk harta cenderung mendorong kita untuk hidup melebihi yang kita butuhkan. Nabi saw mengingatkan, ''Cinta dunia itu pangkal segala kesalahan.''
                     Ketiga, menumpuk harta cenderung alpa berzikir kepada Allah. Padahal, kata Al-Ghazali, mengingat Allah adalah asas kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mengejar dan memperbanyak harta kekayaan sering merisaukan hati dan pikiran, sehingga kita lalai mengingat Allah. Nabi saw menegaskan, ''Suka dunia itu menyebabkan susah dan risau, dan zuhud terhadap dunia menenangkan hati pikiran dan badan.
                      Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan, tapi kekayaan. Jika dunia terbuka luas bagimu sebagaimana terbuka luas bagi umat sebelumnya, maka kamu berebut sebagaimana mereka berebut. Dan, itu membinasakan kamu, sebagaimana membinasakan mereka.'' Hidup akan sia-sia dan rugi, bila kita masuk ke golongan orang yang menumpuk harta dan lupa kepada Allah.
                      Mudah-mudahan, harta yang kita kejar setiap hari di jalan Allah melapangkan kita masuk pintu surga. Kelembutan Nabi Muhammad Terhadap Penjahat - Tsumamah bin utsal al-hanafi sebelum masuk islam adalah orang yang selalu memusuhi Rasulullah saw, di belakang Rasulullah saw selalu menjelek-jelekkan rasulullah saw, menghina, memfitnah dan seabreg kejahatan lainnya.
                       Kalau ada kesempatan ingin membunuh langsung Rasulullah saw, namun gagal , maksud jahatnya ketahuan oleh pamannya sendiri. Kesal gagal membunuh Rasulullah saw , dilampiaskan kepada para sahabat Rasulullah saw, setiap ada kesempatan di siksa para sahabat rasulullah saw hingga ada yang sampai yang di bunuh dengan teramat keji.
                      Karena sudah sangat membahayakan, maka bagi para sahabat ,rasulullah saw mengizinkan untuk menangkapnya , dan kalau pun terbunuh hal tersebut memang layak di dapatkan. Suatu hari tsumamah ingin ke mekkah, apes..ketangkep dengan para sahabat rasulullah saw dan segera di ikat (borgol) untuk di bawa ke madinah. Sampai di madinah para sahabat langsung ikat ke tiang masjid agar tidak lari, sebab para sahabat tau nih orang sangat jahat, nangkapnya susah kalau terlepas bisa berabe, akan banyak korban-korban dari muslimin terutama yang imannya masih lemah.
                      Ketika memasuki masjid nabawi , rasulullah saw melihat tsumamah , diam saja segera berlalu dan memerintahkan para sahabat untuk memperlakukan nya dengan baik. (liat akhlak dan budi pekerti Rasulullah saw terhadap tawanan dikasih makan, minum, kalau ada hajat ke kamar mandi segera lepaskan dulu..di perlakukan dengan baik gembong biang-dari biangnya jahat , kalau kita barangkali tembak mati atau setrum aja selesai, atau gantung atau hukum pancung berkurang orang jahat di muka bumi)
                      Setiap pagi Rasulullah saw memerintahkan istrinya untuk membawakan makanana dan susu kambing untuk tsumamah. Enak benar jadi tawanan rasulullah saw bukan kurus namun barangkali akan sehat dan bertambah gemuk, Cuma diikat saja tangannya di tiang masjid maklum terpidana pembunuhan berdarah dingin memang layak dan pantas didapatkan Setiap masuk masjid rasulullah saw menanyakan keadaan tsumamah “Apa kabar hai tsumamah, bagaimana keadaanmu, perasaanmu?
                        Tsumamah menjawab : “keadaan saya adalah baik-baik saja , hai Muhammad...! bila engkau mau membunuhku , memang aku orang yang berhutang darah, bila engkau inginkan tebusan berapa yang engkau pinta, akan aku penuhi semua itu.” Rasulullah saw tidak menjawab langsung meninggalkannya. Seperti biasa di masjid nabawi , rasulullah saw mengadakan sholat berjamaah, mengajarkan alqur`an, mengajarkan bimbingan-bimbingan syariah yang suci dan mulia, mendengarkan curhat para sahabat, dan kemuliaan-kemuliaan lainnya.    
                      Dari pagi hingga malam hingga rasulullah saw pulang ke rumahnya, seluruh aktivitas rasulullah san para sahabat dilihatnya , tidak ada yang lupu darinya Hari kedua seperti biasa rasulullah saw menghampiri tsumamah dan menanyakan keadaan dan perasaannya, dan seperti di hari pertama tsumamah menjawab dengan jawaban yang hampir serupa. Kembali Rasulullah saw meninggalkannya dan seperti biasa mengerjakan aktivitas di masjid.
                       Hari kedua tsumamah melihat kembali aktivitas rasulullah saw dan para sahabatnya. Memasuki hari keempat seperti biasa rasulullah saw menanyakan keadaan dan perasaan tsumamah, dan seperti biasa tsumamah menjawab dengan jawaban yang hampir sama dengan hari-hari sebelumnya. Rasulullah saw berkata ; “lepaskan tali yang mengikat tsumamah”
                      Walau agak berat, para sahabat segera melepaskan tali yang mengikat tsumamah. Begitu lepas tsumamah segera pergi ke luar masjid, lalu kembali lagi ke dalam masjid Dan berkata : Ya Muhammad ...”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa engkau (wahai muhammad ) utusan Allah
                    |Lalu tsumamah berkata kemudian : Wahai Muhammad, Demi Allah, sebelum aku berada di tempat ini (maksud masjid nabawi) , tiada wajah yang paling aku benci selain wajahmu dari seluruh wajah yang ada di muka bumi ini Tiada agama yang paling aku cintai seperti agamamu saat ini (yaitu islam) Tiada yang paling aku cintai selain kotamu ini (yaitu madinah)
                   Ya Rasulullah ..(maklum sudah islam sekarang manggilnya lain dan suara lebih rendah tidak seperti ketika di tangkap) “Aku dahulu sering membunuh para sahabatmu, apa yang akan engkau lakukan terhadap diriku ini? Liat jawaban Rasulullah saw : Wahai tsumamah tidak ada tuntutan apa-apa terhadap dirimu, karena sesungguhnya agama islam memaafkan atas perbuatanmu selama ini. Lalu Tsumamah berkata: Ya Rasulullah sebenarnya disaat pertama kali aku melihat wajahmu, aku ingin segera memeluk agama islam, namun aku tidak ingin kawanku menyangka aku masuk islam karena terpaksa, maka kubiarkan tanganku terikat . Rasulullah saw sebenarnya tahu tsumamah akan masuk islam, bisa saja rasulullah saw memerintahkan saat itu juga agar melepaskan tsunmamah namun beliau tetap mengikatnya selama tiga hari untuk memberikan pelajaran kepada para sahabatnya dan umat islam kemudian kelak bagaimana seharusnya memperlakukan tawanan/penjahat perang. Kerugian Orang Kikir - Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a berkata : "Orang yang bakhil atau kikir tidak bisa terlepas dari salah satu tujuh perkara berikut:
 1. Ketika ia mati, hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah.
 2. Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu.
 3. Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya.
 4. Muncul ide pada dirinya untuk mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan berikut semua harta yang disimpan di dalamnya lalu ludes.
 5. Dia ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian, dan sebagainya.
 6. Dia tertimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat. 7. Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat, kemudian ia lupa tempat itu, sehingga hartanya hilang." Wallahua’lam
Read More

Jumat, 18 Oktober 2013

Kelembutan Nabi Muhammad Terhadap Penjahat

0
- Tsumamah bin utsal al-hanafi sebelum masuk islam adalah orang yang selalu memusuhi Rasulullah saw, di belakang Rasulullah saw selalu menjelek-jelekkan rasulullah saw, menghina, memfitnah dan seabreg kejahatan lainnya. Kalau ada kesempatan ingin membunuh langsung Rasulullah saw, namun gagal , maksud jahatnya ketahuan oleh pamannya sendiri. Kesal gagal membunuh Rasulullah saw , dilampiaskan kepada para sahabat Rasulullah saw, setiap ada kesempatan di siksa para sahabat rasulullah saw hingga ada yang sampai yang di bunuh dengan teramat keji. Karena sudah sangat membahayakan, maka bagi para sahabat ,rasulullah saw mengizinkan untuk menangkapnya , dan kalau pun terbunuh hal tersebut memang layak di dapatkan. Suatu hari tsumamah ingin ke mekkah, apes..ketangkep dengan para sahabat rasulullah saw dan segera di ikat (borgol) untuk di bawa ke madinah. Sampai di madinah para sahabat langsung ikat ke tiang masjid agar tidak lari, sebab para sahabat tau nih orang sangat jahat, nangkapnya susah kalau terlepas bisa berabe, akan banyak korban-korban dari muslimin terutama yang imannya masih lemah. Ketika memasuki masjid nabawi , rasulullah saw melihat tsumamah , diam saja segera berlalu dan memerintahkan para sahabat untuk memperlakukan nya dengan baik. (liat akhlak dan budi pekerti Rasulullah saw terhadap tawanan dikasih makan, minum, kalau ada hajat ke kamar mandi segera lepaskan dulu..di perlakukan dengan baik gembong biang-dari biangnya jahat , kalau kita barangkali tembak mati atau setrum aja selesai, atau gantung atau hukum pancung berkurang orang jahat di muka bumi) Setiap pagi Rasulullah saw memerintahkan istrinya untuk membawakan makanana dan susu kambing untuk tsumamah. Enak benar jadi tawanan rasulullah saw bukan kurus namun barangkali akan sehat dan bertambah gemuk, Cuma diikat saja tangannya di tiang masjid maklum terpidana pembunuhan berdarah dingin memang layak dan pantas didapatkan Setiap masuk masjid rasulullah saw menanyakan keadaan tsumamah “Apa kabar hai tsumamah, bagaimana keadaanmu, perasaanmu? Tsumamah menjawab : “keadaan saya adalah baik-baik saja , hai Muhammad...! bila engkau mau membunuhku , memang aku orang yang berhutang darah, bila engkau inginkan tebusan berapa yang engkau pinta, akan aku penuhi semua itu.” Rasulullah saw tidak menjawab langsung meninggalkannya. Seperti biasa di masjid nabawi , rasulullah saw mengadakan sholat berjamaah, mengajarkan alqur`an, mengajarkan bimbingan-bimbingan syariah yang suci dan mulia, mendengarkan curhat para sahabat, dan kemuliaan-kemuliaan lainnya. Dari pagi hingga malam hingga rasulullah saw pulang ke rumahnya, seluruh aktivitas rasulullah san para sahabat dilihatnya , tidak ada yang lupu darinya Hari kedua seperti biasa rasulullah saw menghampiri tsumamah dan menanyakan keadaan dan perasaannya, dan seperti di hari pertama tsumamah menjawab dengan jawaban yang hampir serupa. Kembali Rasulullah saw meninggalkannya dan seperti biasa mengerjakan aktivitas di masjid. Hari kedua tsumamah melihat kembali aktivitas rasulullah saw dan para sahabatnya. Memasuki hari keempat seperti biasa rasulullah saw menanyakan keadaan dan perasaan tsumamah, dan seperti biasa tsumamah menjawab dengan jawaban yang hampir sama dengan hari-hari sebelumnya. Rasulullah saw berkata ; “lepaskan tali yang mengikat tsumamah” Walau agak berat, para sahabat segera melepaskan tali yang mengikat tsumamah. Begitu lepas tsumamah segera pergi ke luar masjid, lalu kembali lagi ke dalam masjid Dan berkata : Ya Muhammad ...”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa engkau (wahai muhammad ) utusan Allah |Lalu tsumamah berkata kemudian : Wahai Muhammad, Demi Allah, sebelum aku berada di tempat ini (maksud masjid nabawi) , tiada wajah yang paling aku benci selain wajahmu dari seluruh wajah yang ada di muka bumi ini Tiada agama yang paling aku cintai seperti agamamu saat ini (yaitu islam) Tiada yang paling aku cintai selain kotamu ini (yaitu madinah) Ya Rasulullah ..(maklum sudah islam sekarang manggilnya lain dan suara lebih rendah tidak seperti ketika di tangkap) “Aku dahulu sering membunuh para sahabatmu, apa yang akan engkau lakukan terhadap diriku ini? Liat jawaban Rasulullah saw : Wahai tsumamah tidak ada tuntutan apa-apa terhadap dirimu, karena sesungguhnya agama islam memaafkan atas perbuatanmu selama ini. Lalu Tsumamah berkata: Ya Rasulullah sebenarnya disaat pertama kali aku melihat wajahmu, aku ingin segera memeluk agama islam, namun aku tidak ingin kawanku menyangka aku masuk islam karena terpaksa, maka kubiarkan tanganku terikat . Rasulullah saw sebenarnya tahu tsumamah akan masuk islam, bisa saja rasulullah saw memerintahkan saat itu juga agar melepaskan tsunmamah namun beliau tetap mengikatnya selama tiga hari untuk memberikan pelajaran kepada para sahabatnya dan umat islam kemudian kelak bagaimana seharusnya memperlakukan tawanan/penjahat perang.
Read More