MISI MUJADALAH BIIHSANIM

MUJADALAH BIHSANIN, BERDAKWAH DENGAN BAIK, NASIHAT YANG BAIK DAN BERNUJADALAH BIIHSAN( BAHASA YANG SANTUN)

Minggu, 13 Oktober 2013

REKRUTMEN DAN SELEKSI GURU DAN STAFF

 Kualitas program pendidikan bergantung tidak saja pada konsep-konsep program yang cerdas tapi juga pada personil pengajar yang mempunyai kesanggupan dan keinginan untuk berprestasi. Tanpa personil yang cakap dan efektif, program pendidikan yang dibangun di atas konsep-konsep yang cerdas serta dirancang dengan teliti pun dapat tidak berhasil. Pentingnya kesanggupan dan gairah personil dalam pelaksanaan program telah mendorong banyak kepala sekolah untuk menuntut tanggung jawab lebih besar dalam rekrutmen dan seleksi personil.
Pentingnya keterlibatan para kepala sekolah yang lebih besar dalam administrasi personil semakin diakui. Pertama, perumusan kembali peranan kepala sekolah dalam pembaruan pendidikan telah membawa kepada kesimpulan perlunya perluasan peranan kepala sekolah sebagai meliputi tanggung jawab dalam mengembangkan program dan kepemimpinan pengajaran, dalam memelihara, memajukan, dan memperlancar pemerataan kesempatan pendidikan; dan dalam mengerahkan kekuatan mengerahkan kekuatan organisasi untuk perbaikan kondisi mengajar belajar. Sebagai pemimpin unit pelaksana yang penting, kepala sekolah dipandang sebagai partner para pejabat senior di departemen pendidikan dalam mengembangkan kemampuan personil pengajaran untuk melayani berbagai tuntutan baru terhadap pendidikan.
Kedua, kepemimpinan dan manajemen sekolah menjadi bertambah kompleks berkenaan dengan jumlah maupun keragaman personil sekolah, khususnya di sekolah-sekolah menengah yang besar. Perubahan-perubahan sosial, perbedaan yang meningkat dalam fungsi-fungsi, adminsitratif dan edukatif, dan pertumbuhan dalam ukuran sekolah, semuanya menambah dimensi baru kepada tugas kewajiban administrasi sekolah.
Mengingat faktor-faktor tersebut di atas, tanggung jawab administratif menuntut dari para kepala sekolah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam administrasi personil yang memadai. Karenanya telah menjadi tuntutan bahwa kepala sekolah ikut memikul tanggung jawab akan keberhasilan maupun kegagalan personil sekolah. Kesanggupan administrtaif yang lebih tinggi dalam: (1) memperoleh dan memilih personil yang cakap, (2) membantu personil menyesuaikan dengan segera kepada tugas baru, (3) menggunakan personil dengan lebih efektif, dan (4) menciptakan kesempatan untuk perkembangan personil secara kontinu adalah esensial.

1.         Pengertian Rekrutmen
Rekrutmen secara umum didefinisikan sebagai pencarian dan pengadaan calon pegawai yang berkualitas dan potensial sehingga organisasi dapat menyeleksi orang-orang yang paling sesuai bagi kebutuhan kerja yang ada. Secara spesifik rekrutmen adalah serangkaian aktivitas dan proses yang digunakan secara legal untuk memperoleh sejumlah orang-orang yang berkualitas pada ruang dan waktu yang sesuai sehingga orang-orang dan organisasi dapat memilih satu sama lain minat jangka pendek dan jangka panjang.
Makna dari istilah tersebut ditujukan oleh rasio/nisbah antara jumlah pelamar dan jumlah formasi yang tersedia. Jelaslah kiranya apabila hanya ada satu nisbah satu lawan satu, seorang pencari kerja untuk satu formasi pekerjaan, mungkin kita tidak berada dalam satu kondisi yang menguntungkan untuk menyelenggarakan penyaringan pegawai. Sebaliknya, apabila ada ratusan pencari kerja untuk suatu pekerjaan, mungkin dapat memperoleh seorang pegawai yang lebih cakap.
Perekrutan pegawai sering dianggap sebagai kondisi yang melegakan, sedangkan penyaringan pegawai dianggap suatu yang menyulitkan. Perekrutan pegawai dipandang suatu hal yang melegakan, karena perekrutan pegawai memberikan kesempataan kepada siapa saja yang melamar pekerjaan secara kompetitif. Penyaringan pegawai dipandang menyulitkan karena menyeleksi pencari kerja dan hanya yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan organisasi. Kegiatan penyaringan pegawai dapat dibuat selektif dengan jalan membatasi permohonan kepada kelompok khusus. Dalam kondisi tertentu mungkin terdapat kesempatan yang lebih menguntungkan untuk memperoleh pegawai yang memenuhi harapan organisasi. Namun demikian, perekrutan pegawai kebanyakan merupakan suatu fungsi yang positif untuk mencari, menentukan, dan menarik para pencari kerja untuk mengisi formasi pekerjaan.
Pada umumnya seorang pencari kerja, dalam organisasi tertentu karena didasarkan salah satu alasan dari tiga alternatif berikut:
a.         Pencari kerja memilih pekerjaan secara bebas karena mereka mengira bahwa pekerjaan tersebut akan sangat cocok dengan dirinya;
b.         Pencari kerja berbuat demikian karena mereka tidak memiliki konsep dan pemahaman yang jelas mengenai kualifikasi dirinya dan mengira bahwa organisasi tersebut sama menariknya seperti organsiasi lain yang mana pun;
c.         Pencari kerja tidak memiliki alternatif yang jelas karena keterbatasan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penetapan alternatif tersebut seringkali dilakaukan calon pegawai yang terdidik secara baik, sehingga dapat memilih satu dari sejumlah pekerjaan khusus dalam organisasi besar yang sedang mengadakan kompetisi untuk mendapatkan jasa mereka. Kegagalan dalam meraih pilihan terjadi dalam setiap tingkatan sosial dan merupakan dampak sikap pasif terhadap lingkungan.
Pilihan ekonomis terpaksa diambil terutama oleh pegawai yang berpendidikan rendah yang memiliki peluang makin kecil ke dalam suatu tata perekomian yang secara teknologi makin maju dan modern.
Apabila seorang pencari kerja disuruh menentukan satu alternatif secara bebas, biasanya mereka akan mencari keberuntungan psikologis yang agak tersembunyi. Mereka mencari pekerjaan di organisasi sejauh dapat memberikan keberuntungan psikologis baginya.
Dengan demikian, pegawai yang berorientasi pada keselamatan dirinya akan tertarik pada perusahaan yang secara paternalistik kuat. Sedangkan pegawai yang ambisius akan mencari organisasi yang dianggapnya lebih memberikan kemungkinan untuk maju dan mendukung prestasi atau paling tidak mencerminkan keunggulan organisasi. Pegawai yang tergolong cukup mampu atau cukup beruntung, umumnya tertarik pada pekerjaan yang dapat memberikan pembayaran tambahan, bonus, insentif, dan komisi tinggi. Pegawai yang takut akan efek menurunnya pendapatan (revenue) yang tak dapat diproyeksikan sebelumnya, akan mencari gaji (salary) yang tinggi. Pegawai yang sanagat tertarik pada gejolak sosial dan keterlibatan dalam kemelut zaman, akan tertarik pada organisasi yang bersedia menjalankan eksperimen dan inovasi. Pegawai yang suka terlibat dalam berbagai persoalan biasa dengan pemecahan yang rutin, akan mencari pekerjaan yang relatif konstan dan stabil.
Pencari kerja yang bergantung pada majikannya karena ketidakmampuan menentukan alternatif atau karena tidak memilih alternatif, akan mendapatkan hal-hal yang tidak menguntungkan. Pengembangan kariernya mungkin mengalami kelambanan atau sama sekali tidak berkembang.
Pertimbangan yang matang dalam menentukan seleksi khusus kepada calon pegawai merupakan prioritas utama. Kondisi psikologis pegawai harus sejalan dengan kondisi organisasi.



2.         Tujuan dan Pentingnya Rekrutmen
Tujuan umum rekrutmen adalah untuk menyiapkan sejumlah calon pegawai yang berkualitas dan potensial bagi organisasi. Tujuan spesifik rekrutmen adalah sebagai berikut:
a.         Untuk menetapkan kebutuhan rekrutmen organisasi masa sekarang dan yang akan datang hubungannya dengan perencanaan SDM dan job analysis.
b.         Untuk meningkatkan sejumlah calon pelamar kerja dengan biaya minimum.
c.         Untuk membantu meningkatkan angka keberhasilan dari proses seleksi dengan menurunkan sejumlah pelamar kerja yang bermutu rendah (underqualified) atau bermutu terlalu tinggi (overqualified) dengan jelas.
d.         Untuk membantu menurunkan kemungkinan pelamar kerja yang setelah direkrut dan diseleksi, akan hengkang dari organisasi setelah beberapa saat kemudian.
e.         Untuk memenuhi tanggung jawab organisasi bagi program tindakan persetujuan dan hukum lain serta kewajiban sosial yang berurusan dengan komposisi pegawai.
f.          Untuk mengawali identifikasi dan menyiapkan pelamar kerja potensial yang akan menjadi calon pegawai yang sesuai.
g.         Untuk meningkatkan keefektifan organisasi dan individu dalam jangka pendek dan panjang.
h.         Untuk mengevaluasi keefektifan teknik dan pencarian rekrutmen yang beragam dari semua jenis pelamar kerja.

3.         Sumber dan Metode Perekrutan
Perekrutan pegawai dapat ditentukan dari berbagai sumber. Prioritas utama dititik beratkan pada orientasi manajemen pegawai berdasarkan pertimbangan dan kebijakan yang diambil. Keseimbangan penentuan sumber mungkin merupakan hal yang perlu mendapat pertimbangan manajemen SDM. Namun, ini tidak menjamin bahwa kelangsungan organisasi bergantung pada keseimbangan penentuan sumber pegawai. Yang jelas, masa depan organisasi salah satunya bergantung pada kelihaian manajemen SDM dalam menentukan dan memilih pegawai yang cakap, sesuai dengan motif orientasi organisasi. Secara garis besar penetuan sumber pegawai dapat dilakukan dengan dua sumber, yakni perekrutan dari internal organisasi dan perekrutan dari eksternal organisasi.

a.         Sumber Internal Organisasi
Sumber internal meliputi pegawai sekarang, rekan-rekan pegawai, pegawai sebelumnya, dan pelamar sebelumnya. Promosi, penurunan pangkat dan pemindahan juga dapat menyediakan pelamar bagi departemen-departemen atau divisi-divisi dalam organisasi. Pegawai saat ini merupakan sumber pelamar kerja dalam dua hal: mereka dapat mengacu kepada rekan-rekan terhadap organisasi, dan mereka juga dapat menjadi pelamar oleh mereka sendiri dengan transfer promosi potensial.
Promosi. Hal yang berkaitan dengan promosi dari dalam telah meninggalkan beberapa argumen. Salah satunya bahwa pegawai internal kualifikasinya lebih baik. ”bahkan pekerjaan yang tidak kelihatan unik perlu mengenali orang-orang, prosedur, kebijakan dan karakteristik khusus dari organisasi yang mereka laksanakan. Yang lainnya bahwa pegawai yang merasa lebih aman dan untuk mengidentifikasi minat jangka panjang dengan organisasi yang menyediakan mereka pilihan pertama dari peluang kerja. Ketersediaan promosi dalam suatu organisasi, juga dapat memotivasi pegawai untuk bekerja, dan promosi internal dapat lebih hemat bagi organisasi baik waktu maupun uang.
Transfer. Cara kritis yang lain untuk merekrut secara internal dengan memindahkan pegawai saat ini tanpa promosi. Transfer seringkali penting dalam penyediaan pegawai dengan lebih luas berbasis pandangan organisasi. Oleh karena itu, pemberian transfer dapat merupakan cara memperoleh pelamar kerja dari luar organisasi sesama seperti dari dalam.

Metode Internal
Lowongan kerja dapat dicari melalui pengumuman pada papan pengumuman, dari mulut ke mulut, surat personalia organisasi, daftar promosi berdasarkan kinerja, rating potensial yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas penilaian, daftar senioritas, dan daftar yang dihasilkan oleh inventarisasi skill dalam departemen SDM organisasi. Metode yang paling sering digunakan meliputi penempatan pekerjaan dan kontrak informal.
Penempatan kerja. Sebuah metode yang secara jelas menampilkan pembukaan kerja saat ini, memperluas undangan terbuka bagi semua pegawai dalam suatu organisasi. Hal ini melayani tujuan-tujuan berikut ini:
·            Memberikan peluang bagi pertumbuhan dan pengembangan pegawai
·            Memberikan peluang yang sama bagi kemahiran semua pegawai
·            Menciptakan keterbukaan yang lebih luas dalam organisasi dengan membuat kesempatan yang diketahui oleh semua pegawai.
·            Meningkatkan kesadaran staf dari perolehan gaji, gambaran kerja, promosi umum dan prosedur transfer, dan apa yang merupakan kinerja yang efektif.
·            Mengkomunikasikan tujuan dan sasaran organisasi dan memberikan setiap individu kesempatan untuk menemukan kesesuaian personal dalam struktur kerja organisasi.
Program Rekomendasi Pegawai. Program rekomendasi pegawai (ERPs) merupakan iklan dari mulut ke mulut di mana pegawai diberi wewenang untuk mencalonkan pelamar yang trampil bagi organisasi. Metode ini merupakan cara rekrutmen biaya rendah per pengangkatan, meskipun dalam beberapa hal kandidat yang berasal dari organisasi luar. Metode ini bermanfaat bagi pencarian pelamar dalam pasokan jangka pendek dan kandidat manajerial.

b.         Sumber Eksternal Organisasi
Rekrutmen secara internal tidak selalu menghasilkan pelamar kerja yang kualifikasinya cukup, terutama bagi organisasi yang tumbuh pesat atau yang memiliki permintaan luas bagi profesional yang berbakat tinggi, trampil, dan pekerjaan manajerial. Rekrutmen dari luar memiliki sejumlah besar keuntungan, termasuk membawa orang dengan gagasan-gagasan baru.
Walk-ins (pelamar yang datang ke organisasi). Penggunaan walk-ins dalam rekrutmen terutama lazim bagi para pelamar kerja juru tulis dan pabrik/jasa. Dalam metode walk-ins, para individu menjadi para pelamar dengan datang memasuki kantor kerja organisasi. Metode ini, seperti ERPs, relatif bersifat informal dan tidak mahal dan hampir sama efektifnya dengan rekomendasi pegawai dalam mempertahankan calon pegawai yang satu kali pengangkatan. Tidak seperti rekomendasi, calon pegawai non rekomendasi mengetahui sedikit tentang ketersediaan kerja spesifik dan bisa datang tanpa rekomendasi implisit dari pegawai saat ini. Hal ini bisa merugikan dibandingkan dengan rekomendasi, karena pegawai saat ini enggan untuk mengacu atau merekomendasi calon pegawai yang tidak merasa puas.
Agen Kerja. Agen-agen kerja merupakan sumber yang baik pegawai sementara – dan sumber pegawai tetap yang paling unggul. Agen-agen kerja bisa negeri ataupun swasta. Agen-agen kerja swasta cenderung melayani dua kelompok calon pegawai: profesional atau manajerial dan pekerja kasar (unskilled), agen kerja memainkan peran yang penting dalam peerkrutan calon enaga kerja pegawai profesional dan manajerial. Meskipun berhasil, biaya organisasi jauh lebih besar dari pada keuntungan yang diperoleh.
Agen-agen Bantuan Sementara. Pada saat yang sama bahwa agen perekrutan swasta memberikan calon pegawai lowongan yang ”waktu penuh”. Agen Bantuan sementara mewakili berbagai organisasi. Para pekerja sementara juga memiliki kesempatan untuk bekerja dalam organisasi yang beragam, oleh karena itu mereka dapat memuaskan pilihan terhadap fleksibilitas jadwal dan beragam tempat kerja. Selanjutnya para pekerja sementara bisa menerima kompensasi langsung lebih tinggi dibandingkan dengan staf permanen, meskipun mereka juga umumnya tidak mendapatkan keuntungan tidak langsung.
Asosiasi dan Perkumpulan Organisasi. Asosiasi organisasi dan profesional juga menjadi sumber penting bagi rekrutmen. Berita di surat kabar dan pertemuan tahunan sering menyediakan pengumuman tentang lowongan pekerjaan.. pertemuan tahunan juga dapat menawarkan para pengusaha dan para pelamar kerja yang potensial untuk bertemu. Masyarakat dan sekolah telah menerapkan ide ini dan saat ini telah mempertemukan banyak para pengusaha dan pencari kerja pada bursa kerja. Dengan terbatasnya waktu wawancara, bursa seperti ini merupakan langkah awal dalam proses rekrutmen. Namun demikian, mereka menyediakan alat efektif baik bagi pengusaha dan para pelamar kerja yang potensial untuk bertemu. Masyarakat dan sekolah telah menerapkan ide ini dan saat ini telah mempertemukan banyak para pengusaha dan pencari kerja pada bursa kerja. Dengan terbatasnya waktu wawancara, bursa seperti itu merupakan langkah awal dalam proses rekrutmen. Namun demikian, mereka menyediakan alat efektif baik bagi pengusaha maupun individu.
Sekolah. Sekolah dapat dikategorikan ke dalam tiga tipe; sekolah lanjutan, sekolah kejuruan dan teknik, akademi dan perguruan tinggi. Semuanya merupakan sumber rekrutmen penting bagi organisasi, meskipun kepentingannya bervariasi tergantung pada jenis calon pegawai yang dicari. Contohnya, jika sebuah organisasi akan merekrut calon pegawai manjerial, teknik, ataupun profesional, maka akademi dan perguruan tinggi merupakan sumber yang paling penting. Namun menjadi kurang penting ketika sebuah organisasi sedang mencari pegawai pabrik/pelayanan dan juru tulis. Rekrutmen pada akademi dan perguruan tinggi sering merupakan proses yang mahal, bahkan jika rekrutmen berlangsung secara bertahao bagi penawaran kerja dan penerimaannya.
Pekerja asing (aliens). Kekurangan nyata dari beberapa calon pegawai yang ada, termasuk tenaga profesional seperti insinyur ahli kimia, perawat, dan ahli geologi. Akibatnya para pengusaha mencari untuk mengangkat pekerja asing – seringkali dari negara yang jauh atau melalui kantor penempatan akademi.

Metode Eksternal
Banyak organisasi mencari calon pegawai dari semua jenis dengan memesan iklan ekstensif di radio dn televisi, surat kabar daerah dan surat kabar nasional.
Radio dan Televisi. Hanya sedikit persentasi yang menggunakan radio dan televisi untuk mencari pegawai. Organisasi merasa enggan untuk menggunakan media ini karena mereka khawatir iklannya terlalu mahal, akan membuat organisasi kelihatan nekad atau merusak citra konservatif organisasi. Namun, organisasi yang nekad untuk mencapai jenis lowongan kerja tertentu, seperti pekerja yang terampil akan meningkatkan pengeluaran rekrutmennya bagi iklan di radio dan televisi dengan hasil yang menguntungkan.
Surat Kabar dan Jurnal Organisasi. Surat kabar secara tradisional telah menjadi metode yang paling umum dalam rekrutmen eksternal. Mereka mencapai sejumlah besar calon pegawai potensial yang ongkosnya relatif rendah setiap pemuatan. Surat kabar juga digunakan untuk merekrut semua jenis pekerjaan, dari yang paling tidak terampil sampai yang paling tinggi keterampilannya dan jabatan top manajer.
Layanan komputer. Metode eksternal yang lebih baru dan kurang umum adalah layanan rekrutmen komputer. Cara kerja layanan ini sebagai penempatan daftar pembukaan kerja maupun mencari calon pegawai.
Akuisisi dan Merger. Para pegawai juga dapat diperoleh melalui akuisisi dan merger. Hasil yang signifikan dari proses merger atau akuisisi merupakan sejumlah besar pegawai terlatih, beberapa diantaranya tidak terkecuali dalam organisasi baru. Akibatnya, organisasi baru secara potensial memiliki sejumlah besar calon pegawai (meskipun mereka pegawai baru) yang sudah berkualitas. Sebagai hasil merger atau akuisisi pekerja baru bisa diciptakan sebagai tambahan pekerjaan yang lama. Untuk pekerjaan baru ini, pegawai yang terlatih menjadi calon pegawai yang potensial dan berkualitas. Untuk pekerjaan lama (mereka yang tidak diganti), para pekerja tersebut menjadi terlatih dari orang-orang yang paling berkualitas yang dapat diidentifikasi dan diseleksi.








Tabel 1
Sumber-sumber Pelamar Kerja
Internal
Keuntungan
Kerugian
·         Moral orang yang dipromosikan
·         Penilaian kemampuan lebih baik
·         Biaya rendah untuk beberapa pekerjaan
·         Motivator untuk kinerja yang baik
·         Harus mengangkat hanya pada tingkat awal (entry)
·         Pembawaan
·         Kendala moral yang mungkin timbul dari orang yang tidak dipromosikan
·         Perebutan promosi ’secara politis’
·         Perlu program pengembangan manajemen yang kuat

Eksternal
Keuntungan
Kerugian
·         ”Darah baru”, perspektif baru
·         Lebih murah daripada pelatihan profesional
·         Tidak ada kelompok pendukung politis dalam organisasi
·         Bisa membawa rahasia pesaing, wawasan baru
·         Membantu memenuhi kebutuhan Equal Employment Opportunities (EEO)
·         Tidak bisa menyeleksi seseorang yang akan benar-benar fit
·         Bisa menyebabkan kendala moral bagi para calon pegawai internal
·         Penyesuaian yang lebih lama atau waktu untuk orientasi
·         Bisa membawa sikap ”ini merupakan cara yang biasa kami lakukan pada organisasi XYZ”
Meskipun organisasi menggunakan dua sumber internal dan eksternal pada rekrutmen, mereka tidak selalu menghasilkan jumlah pelamar yang cukup seperti mereka inginkan, atau menahan pekerja itu pada nilai-nilai organisasi. Khususnya dalam persaingan pasar dan keahlian individu yang tinggi. Tetapi organisasi dapat mempertinggi rekrutmen melalui tawaran yang diberikan, seperti bantuan relokasi atau melalui penstabilan program pengembangan karier atau pengasuhan anak untuk fasilitas pekerjaan di organisasi.
Mengetahui apakah calon tertarik, tergantung pada apakah organisasi menarik bagi individu. Intinya apa yang membantu membuat organisasi atraktif meliputi hakikat pekerjaan dan apakah itu tersedia bagi individu, seperti kompensasi langsung maupun tidak langsung.
Meskipun seorang individu dapat mempelajari lowongan pekerjaan melalui salah satu sumber, dia masih perlu mempelajari mengenai hakikat pekerjaan dan kompensasi organisasi. Bagi seseorang mungkin pekerja yang sudah ada sebagai sumber informasi, namun bagi individu lain justru organisasi itu sendiri. Karena iklan, pamplet dan agen recruting terlalu umum dalam menyampaikan informasi, organisasi sering kali perlu mempercayakan pada interview recruitment, khususnya untuk calon dari luar di mana pengetahuan pekerjaan dan kompensasi perlu disampaikan. Untuk calon dari dalam, mungkin informasi pekerjaan lebih kritis, termasuk kesesuaian pekerjaan mungkin lebih cocok.
Pendekatan tradisional untuk rekutmen konsen pada kesesuaian kemampuan pelamar dengan keahlian lowongan kerja. Pendekatan baru, meskipun masih konsen pada kesesuaian keahlian, pengetahuan dan kemampuan, juga konsen dengan kesesuaian kepribadian, ketertarikan, pilihan pelamar dengan pekerjaan dan karakteristik organisasi. Dua komponen penting dalam pendekatan baru rekrutmen adalah: interview pekerjaan dan program kesesuaian pekerjaan.
Interview Pekerjaan. Aspek penting dalam proses rekrutmen adalah interview. Interview yang baik memberi pelamar pada langkah-langkah realistik pekerjaan yang akan disenangi. Ini dapat berarti membuat pelamar tertarik untuk bergabung dengan organisasi, sementara interview yang tidak baik akan membuat banyak pelamar menolaknya. Menerima bahwa pelamar sesuai dengan penyaringan, mereka harus diberi kesempatan untuk interview dengan pengawas potensial dan para pekerja. Interview dengan pengawas potensial sangatlah penting karena dengan orang yang akan membuat keputusan akhir.
Program Kesesuaian Pekerjaan. Kesesuaian pekerjaan adalah langkah sistematis untuk mengidentifikasi kesesuaian keahlian, pengetahuan, dan kemampuan kepribadian, ketertarikan, dan pilihan mereka juga kesesuaian mereka pada lowongan kerja. Menyampaikan tekanan pada organisasi untuk memelihara efektivitas rekrutmen, seleksi dan penempatan pada pekerja lama atau baru, secara otomatis akan bermanfaat pada kesesuaian pekerjaan.

0 komentar: